Dalam rangka menanamkan nilai-nilai keislaman serta memperkuat kecintaan terhadap tradisi ulama, MI Raudlatut Tholibin Sambung menggelar kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab) dan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (16 Rajab) pada hari Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan keluarga besar madrasah dengan penuh khidmat dan antusias.

Acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung tertib. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan passa, yaitu pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa, yang menambah suasana religius dan menghadirkan keberkahan dalam acara. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Suasana semakin khusyuk saat seluruh peserta mengikuti pembacaan tahlil bersama, memanjatkan doa kepada Allah SWT serta mengirimkan pahala kepada para ulama dan pendahulu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Barzanji yang mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, termasuk peristiwa agung Isra Mi’raj. Melalui lantunan shalawat dan kisah tersebut, siswa diajak untuk lebih mengenal serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan pentingnya menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah, khususnya shalat sebagai perintah langsung dari Allah SWT. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga amaliyah keagamaan khas Nahdlatul Ulama sebagai warisan para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah.

Kegiatan semakin meriah dengan penampilan pidato cilik (pidacil) oleh Anindita Keisya Zahra, siswa kelas 5 MI Raudlatut Tholibin Sambung. Dengan penuh percaya diri, Anindita menyampaikan pesan-pesan Islami yang inspiratif, sekaligus menunjukkan kemampuan dan keberanian siswa dalam berbicara di depan umum.

Melalui kegiatan ini, MI Raudlatut Tholibin Sambung tidak hanya menyelenggarakan peringatan keagamaan, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Nilai-nilai cinta kepada Al-Qur’an, Rasulullah, dan para ulama ditanamkan secara langsung kepada peserta didik, sehingga diharapkan mampu membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada ajaran Islam.

Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi langkah nyata dalam membentuk karakter siswa yang religius serta mencintai tradisi Islam. Aamiin.

Leave a Comment